Sunday, December 19, 2010

Bebek Aja Bisa Ngantri!

Mengantri.

Saya benar-benar nggak habis pikir bila ada orang dewasa yang tidak bisa mengantri.
Sesulit apa sih mengantri?

Kemarin saya sedang mengantri taksi di sebuah mall terkemuka di Jakarta, yang diakui sebagai mall utk strata A, alias elit. Seorang ibu-ibu yang terlihat berpendidikan menyelak saya.
Iya, menyelak.
Menyerobot.
Menyeruak.

Saya punya beberapa pilihan yang terbersit dalam benak saya kemarin:
1. Berteriak di telinganya bahwa saya juga sedang antri
2. Memanggil satpam dan mengatakan bahwa si ibu tersebut menyerobot
3. Mendorongnya jatuh sambil pura2 tidak tahu apa-apa

Akhirnya setelah melakukan meditasi singkat (lebay), saya pun bertanya,
"Ibu ngantri?"
"Iya."
"Saya juga Bu, dari tadi."

Ia diam saja dan tetap mengantri di depan saya.
Selama 20 menit mengantri, saya mengantri kira2 1 sentimeter di belakangnya (kepala saya ada di atas pundaknya), dan menelpon teman saya dan berkata, "Oke, tunggu ya lagi antri taksi, maklum ada juga orang yang NGGAK BISA NGANTRI!" --> kata2 yg berhuruf kapital disebutkan dengan volume kira2 10x lipat.

Bukan hanya sekali ini, saya pernah bertengkar berkali2 hanya karena antrian. Biasanya bila di counter makan, saya hanya akan bertanya pada Kasir,
"Mbak, ini ngantrinya dari kiri, kanan, depan, belakang, atas atau bawah? Bener saya ngantri dari sini? Atau dia yang bener?"
Biasanya Kasir akan minta maaf dan orang yang menyelak akan tahu diri.
Tapi jangan sedih! Pernah sekali ada perempuan yang malah bersikap galak,
"Ya udah sih duluan aja!"
Bisa dibayangkan apa yang terjadi selanjutnya.
Dalam situasi seperti ini, saya tidak pernah mau kalah.
Dan saya tidak kalah.
Pokoknya singkat cerita, dia mendapat pelajarannya.
Detailnya disensor aja, kadang terlalu jahat.

Bukankah sejak kecil, di sekolah manapun, kita diajarkan yang namanya BARIS-BERBARIS?
Bukankah antri adalah suatu hal yang paling wajar yang bisa kita lakukan sebagai orang dewasa yang terdidik?
Di halte busway, di food court, di antrian taksi, kenapa sih selalu ada orang yang suka MENYEROBOT?

Saya hanya akan mendahulukan antrian bagi ibu hamil dan orang cacat.
Bukan berarti karena Anda capek, lalu Anda boleh menyerobot antrian seperti orang tolol yang tidak punya etika. Bukan berarti karena saya muda, lalu saya selalu harus memaklumi ketidakteraturan yang dilakukan orang yang lebih tua.

EGOIS!
Itu satu-satunya alasan mengapa orang menyerobot.
Semua orang terburu-buru.
Semua orang ingin cepat.
Semua orang lelah.
Ketidakmauan untuk menghargai juga tenaga dan waktu orang lain itu egois!
Cuma itu! Nggak ribet, nggak pandang harta atau pendidikan!

Beneran deh,
BEBEK AJA BISA NGANTRI!

2 comments:

Chris\'Toki\' Adhitya said...

Jadi inget ada yang bilang "rules are made to be broken", menurut gw itu kurang tepat. Yang lebih banyak diadaptasi dan dipraktekkan orang adalah "rules are made...for others (I'm an exception)". Yah sayangnya justru karena kita manusia lah bisa ada pandangan "I'm the exception to the rule" tersebut, coba kalo bebek -- mereka sih ga se-angkuh itu...

Roxy NAILheartINK said...

Setuju pisan!!!!!! Lain kali tambah ya complaint tentang orang yg doyan ngaret! (Kecuali lu juga tukang ngaret! ;P)

Post a Comment