Monday, January 16, 2012

Musik Klasik Untuk Semua

Tulisan ini saya buat karena 'tersentil' oleh sebuah pertanyaan dalam press-conference konser saya yang terakhir,

"Bagaimana tanggapan Anda terhadap anggapan bahwa musik klasik itu membosankan?"

Okeeeee.
Saya juga bingung harus mulai dari mana.

Definisi musik klasik sendiri, saya akan refer ke sini;
Classical music, strictly defined, means music produced in the Western world between 1750 and 1820. This music included opera, chamber music, choral pieces, and music requiring a full orchestra. To most, however, classical music refers to all of the above types of music within most time periods before the 20th century, and music created after 1900 that follows the style and tradition of the common practice period.
Begini;
Pertama,
musik klasik itu begitu luas. Sebegitu luasnya hingga saya yakin, there's always something for everybody. Contohnya, saya sendiri nggak suka banget sama lagu-lagu jaman Barok yang kebanyakan ornamen, kayaknya repot trus nggak cantik gitu. Nggak suka juga sama yang terlalu panjang sampai kayaknya nggak abis-abis. Bosan. Tapi saya suka banget Lieder atau tembang puitik, lagu-lagu yang dibuat dari puisi, terutama jaman Romantik, yang kadang bisa terdengar seperti lagu pop karena kordnya yang manis.

Yakin, nggak suka musik klasik? Atau, yakin nggak terpengaruh sama musik klasik?
Lagu Lullaby dari Brahms yang sering kita nyanyikan? (33 5 . 33 5 . 35 1 7 6 6 5 dst.)
Lagu Fuer Elise yang sering jadi bunyi bel rumah?
Lagu Figaro dari il Barbiere de Siviglia yang diputar di Tom and Jerry?
Ave Maria Bach?
Moonlight Sonata Beethoven?
Hallelujah Handel?
atau...
siapa yang nggak excited denger musik pembukaan film Star Wars?

Kedua,
musik klasik itu menurut saya bukan musiknya orang kaya, atau orang pintar saja. Musik klasik adalah musik yang bisa dinikmati oleh orang dengan pikiran terbuka alias open-minded. Karena kita harus mau sedikit memahami sebelum menikmati. So, kalo dateng ke sebuah konser dengan pikiran "Saya nggak mungkin suka", ya nggak mungkin bisa masuk.

Because there are some things that can only be expressed through music.
And sometimes to understand those things, we have to keep our other senses mute. Itu sebabnya dalam konser musik klasik, kita tidak boleh berisik, ngobrol, membunyikan handphone, dllsb. Bukan cuma untuk konsentrasi pemain, namun juga untuk menikmati pertunjukan itu sendiri.

Jadiiiii....

Saya bersikukuh bahwa "there's always a bit of something for everybody".
Musik klasik nggak selalu njelimet dan nggak bisa dipahami.
(yang sebetulnya bikin saya bingung juga kalo ada yang bilang gitu, bukannya musik jazz dan pop juga banyak yang njelimet dan bikin pusing ya?)

Just open your mind.
And enjoy.

N.B.: here are few things I think many people would enjoy. Feel free to open the links.
...I can't think...I'll add later. :p

Oh. And if you happen to wonder which period of classical music are you into, you might find it here --> Masterpiece - King's Singers :D


1 comments:

gotaufik said...

kalo gue, sampai rela2 streaming musik klasik. ngilangin stres, nganter tidur, lagi galau, banyak hal yang sering gue dengerin sambil denger musik klasik :)

Post a Comment